Pengabdian Masyarakat: Evaluasi Potensi Energi Surya dalam Sistem Hybrid PLTS–Pico Hydro untuk Pemenuhan Kebutuhan Energi Listrik Peternakan di Bukik Gombak, Tanah Datar

Pengabdian Masyarakat: Evaluasi Potensi Energi Surya dalam Sistem Hybrid PLTS–Pico Hydro untuk Pemenuhan Kebutuhan Energi Listrik Peternakan di Bukik Gombak, Tanah Datar

Tanah Datar, Sumatera Barat – Tim pengabdian kepada masyarakat dari Politeknik Negeri Padang melaksanakan kegiatan dengan topik “Evaluasi Potensi Energi Surya dalam Sistem Hybrid PLTS–Pico Hydro untuk Pemenuhan Kebutuhan Energi Listrik Peternakan di Bukik Gombak, Kabupaten Tanah Datar”. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi penyediaan listrik yang berkelanjutan bagi sektor peternakan di wilayah pedesaan. Selasa, 16 Juni 2026

Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan energi listrik pada usaha peternakan, terutama untuk penerangan kandang, pompa air, sistem ventilasi, serta peralatan pendukung lainnya. Di sisi lain, biaya operasional listrik yang terus meningkat menjadi tantangan bagi peternak dalam meningkatkan produktivitas usaha. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti energi surya dan energi air skala kecil menjadi alternatif yang menjanjikan untuk mendukung kemandirian energi masyarakat peternak.

Kondisi kandang sapi

Menurut hasil berbagai  pada kegiatan pengabdian masyarakat, penerapan sistem energi terbarukan berbasis tenaga surya dan sistem hybrid terbukti mampu meningkatkan efisiensi energi, mengurangi ketergantungan terhadap listrik konvensional, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian dan peternakan. 

Potensi Energi Terbarukan di Bukik Gombak

Bukik Gombak merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar. Kondisi geografis daerah yang berada di kawasan perbukitan dengan intensitas penyinaran matahari yang baik sepanjang tahun memberikan peluang besar bagi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selain itu, keberadaan aliran air kecil yang tersedia secara kontinu dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pico hydro, yaitu pembangkit listrik tenaga air berkapasitas sangat kecil yang cocok untuk kebutuhan energi skala rumah tangga maupun usaha mikro.

Dalam kegiatan ini, tim pengabdian melakukan survei lapangan, pengukuran intensitas radiasi matahari, identifikasi debit air, serta analisis kebutuhan energi listrik pada peternakan yang menjadi mitra kegiatan. Data yang diperoleh kemudian digunakan untuk mengevaluasi kelayakan penerapan sistem hybrid PLTS–Pico Hydro sebagai sumber energi alternatif.

Ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa konsep hybrid dipilih karena kedua sumber energi tersebut memiliki karakteristik yang saling melengkapi. Energi surya menghasilkan daya optimal pada siang hari, sedangkan pico hydro dapat beroperasi selama 24 jam selama debit air tersedia. Kombinasi keduanya diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem dan menjamin ketersediaan listrik secara berkelanjutan. Konsep saling melengkapi antara energi surya dan energi air telah banyak direkomendasikan dalam berbagai studi pengembangan energi terbarukan karena mampu meningkatkan stabilitas pasokan energi. 

Pelaksanaan Kegiatan dan Pendampingan Masyarakat

Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, survei potensi energi, pengumpulan data kebutuhan listrik peternakan, analisis teknis sistem hybrid, serta penyuluhan kepada kelompok peternak. Pada tahap sosialisasi, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya energi terbarukan, prinsip kerja PLTS dan pico hydro, serta manfaat ekonomi dan lingkungan yang dapat diperoleh dari penerapan teknologi tersebut.

Serah Terima Alat Pada Pemilik Kandang Sapi

Selanjutnya, tim melakukan pendampingan teknis kepada peternak dalam menghitung kebutuhan daya listrik harian. Berdasarkan hasil identifikasi, kebutuhan energi listrik peternakan meliputi penerangan kandang, pengoperasian pompa air untuk kebutuhan ternak, serta beberapa peralatan pendukung lainnya. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar kebutuhan energi tersebut berpotensi dipenuhi melalui sistem hybrid berbasis energi terbarukan.

Dalam sesi diskusi, peternak menyampaikan antusiasme yang tinggi terhadap penerapan teknologi energi bersih. Selain dapat menekan biaya listrik bulanan, sistem ini juga dinilai mampu meningkatkan keberlanjutan usaha peternakan, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses energi atau sering mengalami gangguan pasokan listrik.

Program-program pengabdian serupa di berbagai daerah menunjukkan bahwa pemanfaatan PLTS pada sektor peternakan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung produktivitas usaha melalui pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

Hasil Evaluasi Potensi Sistem Hybrid

Berdasarkan hasil pengukuran dan analisis awal, wilayah Bukik Gombak memiliki tingkat potensi energi surya yang cukup baik untuk mendukung pengoperasian sistem PLTS. Sementara itu, aliran air yang tersedia juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber energi pico hydro untuk menopang kebutuhan listrik pada malam hari atau saat cuaca mendung.

Penerapan Teknologi PLTS dan Picohydro

Dari simulasi yang dilakukan, sistem hybrid PLTS–Pico Hydro diperkirakan mampu menyediakan pasokan energi yang lebih stabil dibandingkan penggunaan satu sumber energi saja. Dengan adanya kombinasi dua sumber energi terbarukan tersebut, kebutuhan listrik peternakan dapat dipenuhi secara lebih andal sepanjang tahun. Model hybrid seperti ini telah banyak diterapkan pada berbagai skala sistem energi terbarukan karena mampu meningkatkan keandalan dan efisiensi sistem secara keseluruhan. 

Penerangan Lampu Pada Kandang Sapi 

Selain aspek teknis, kegiatan ini juga mengevaluasi dampak ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat. Penggunaan energi terbarukan berpotensi mengurangi biaya operasional listrik dalam jangka panjang sehingga keuntungan usaha peternakan dapat meningkat. Di samping itu, penggunaan energi bersih juga mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan pembangunan desa yang berwawasan lingkungan.

Mendukung Kemandirian Energi Desa

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, tim berharap hasil evaluasi yang telah dilakukan dapat menjadi dasar pengembangan sistem energi terbarukan yang lebih luas di wilayah Bukik Gombak maupun daerah lain di Kabupaten Tanah Datar. Penerapan sistem hybrid PLTS–Pico Hydro tidak hanya berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan energi listrik peternakan, tetapi juga dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna.

Ke depan, diperlukan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, kelompok masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung implementasi teknologi energi terbarukan secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal yang tersedia, masyarakat dapat mewujudkan kemandirian energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui usaha peternakan yang lebih produktif dan ramah lingkungan.

Kegiatan pengabdian ini menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi energi di tingkat desa, sekaligus menunjukkan bahwa energi surya dan pico hydro memiliki prospek yang sangat baik untuk mendukung pembangunan peternakan berkelanjutan di Kabupaten Tanah Datar.

 

Sumber : Nofri Dodi

Berita Lainnya

Index